5.2.4 Prinsip Umum Penanganan Syok Perdarahan

Perdarahan merupakan masalah penting dalam obstetri  dan ginekologi yang terutama menyebabkan kematian. Untuk dapat mengantisipasi kemungkinan kematian karena perdarahan khususnya pada ibu hamil terjadi perubahan hemodinamik sirkulasi umum dengan bertambahnya berbagai komponen darah sehingga kehilangan darah masih dapat dikompensasi oleh mekanisme tubuh. 
Salah satu upaya kompensasi preventif tubuh ibu hamil adalah meningkatkan volume darah sekitar 40% pada usia kehamilan sekitar umur 32-34 minggu. Dengan demikian , kehilangan darah dalam waktu singkat dan dalam jumlah tertentu masih dapat dikompensasi sehingga tubuh mampu beradaptasi dengan keadaan yang baru. Pada ibu hamil dengan persalinan normal ,kehilangan darah yang terjadi sekitar 500 cc , sedangkan pada tindakan operasi sekitar 1000 cc tetapi belum menunjukkan keadaan yang membahayakan jiwanya. 
Pengertian syok
 Syok adalah suatu keadaan disebabkan gangguan sirkulasi darah kedalam jaringan sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi jaringan dan tidak mampu mengeluarkan hasil metabolisme.
            Penyebab syok pada kasus obstetri biasanya adalah perdarahan (syok hipovolemik),sepsis(syok septik),gagal jantung (syok kardiogenik), rasa nyeri (syok neurogenik),dan alergi (syok anafilaktik).
Curigai atau antisipasi syok jika terdapat satu atau lebih kondisi berikut ini :
1.     Perdarahan pada awal kehamilan (seperti :abortus,kehamilan ektopik,mola)
2.     Perdarahan pada akhir kehamilan atau persalinan (seperti plasenta previa,solusio plasenta, ruptur uteri)
3.     Infeksi (seperti pada abortus yang tidak nyaman atau abortus septik )
4.     Trauma (seperti perlukaan pada uterus atau usus selama proses abortus,ruptur uteri ).
Tanda dan gejala dari syok :
1.     Nadi cepat dan lemah (110 kali per menit atau lebih )
2.     Tekanan darah yang rendah (sistolik kurang dari 90 mmhg)
3.     Tanda dan gejala lain dari syok meliputi hal-hal berikut ini :
·         Pucat (khususnya pada kelopak mata bagian dalam , telapak  tangan,
·         atau sekitar mulut)
·         Keringat atau kulit yang terasa dingin dan lembap
·         Pernapasan yang cepat (30 kali permenit atau lebih )
·         Gelisah,bingung,atau kehilangan kesadaran
·         Urine yang sedikit  (kurang dari 30 ml perjam)
Prinsip dasar penanganan syok
Tujuan utama pengobatan syok ialah melakukan penanganan awal dan khusus untuk hal-hal berikut ini :
a.       Menstabilkan kondisi pasien
b.      Memperbaiki volume cairan sirkulasi darah
c.       Mengefisienkan sistem sirkulasi darah
Setelah pasien stabil kemudian tentukan penyebab syok.Penanganan awal yang dilakukan pad syok adalah sebagai berikut :
1.     Prinsip pertama dalam penanganan kedaruratan medik dalam kebidana adalah ABC yang terdiri atas menjaga fungsi saluran nafas (airway),pernafasan (breathing),dan sirkulasi darah (circulation)Mintalah bantuan. Segera mobilisasi seluruh tenaga yang ada dan siapkan fasilitas tindakan gawat darurat.
2.     Lakukan pemeriksaan keadaan umum ibu secara cepat dan harus dipastikan bahwa jalan napas bebas.
3.     Pantau tanda vital (nadi,tekanan darah,pernapasan,dan suhu tubuh )
4.     Jika ibu muntah, baringkan posisi ibu dalam posisi miring untuk meminimalkan resiko terjadinya aspirasi dan untuk memastikan jalan napasnya terbuka.
5.     Jagalah ibu tersebut tetap hangat tapi jangan terlalu panas karena akan menambah sirkulasi perifernya dan mengurangi aliran darah ke oragan vitalnya.
6.     Naikkan kaki untuk menambah jumlah darah yang kembali kejantung
Penentuan dan penanganan penyebab syok
Tentukan penyebab syok setelah ibu tersebut stabil keadaannya.
·         Syok perdarahan(syok hemoragik)
Jika perdarahan hebat dicurigai sebagai penyebab syok maka hal-hal yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :
a.   Ambil langkah-langkah untuk menghentikan perdarahan (seperti oksitosin,masase  uterus)
b.   Transfusi sesegera mungkin untuk mengganti kehilangan darah
c.    Tentukan penyebab perdarahan dan tatalaksana :
a)  Jika perdarahan terjadi pada 22 minggu pertama kehamilan , curigai abortus, kehamilan ektopik,atau mola
b) Jika perdarahan terjadi setelah 22 minggu atau pada saat persalinan tetapi sebelum melahirkan,curigai plasenta previa, solusio plasenta, atau robekan dinding uterus (ruptur uteri).
c)  Jika perdarahan terjadi setelah melahirkan , curigai robekan dinding uterus, atonia uteri, robekan jalan lahir, atau plasenta yang tertinggal.
d. Nilai ulang keadaan ibu 20-30 menit setelah pemberian cairan.Lakukan penilaian selama 20 menit .Penilaian keadaan umum ibu tersebut untuk melihat adanya tanda-tanda perbaikan.
e. Tanda-tanda bahwa kondisi pasien sudah stabil adalah sebagai berikut :
a)      Tekanan darah mulai naik, sistol mencapai 100 mmhg
b)      Denyut jantung janin stabil
c)      Kondisi mental pasien membaik,ekspresi ketakutan berkurang
d)    Produksi urine bertambah. Diharapkan produksi urine paling sedikit 100 ml/4 jam atau 30 ml/jam.
Penilaian ulang
1. Nilai ulang respon ibu terhadap pemberian cairan dalam waktu 30 menit untuk menentukan apakah kondisinya membaik. Tanda-tanda perbaikan meliputi hal-hal berikut ini :
a.       Nadi yang stabil (90 permenit atau kurang )
b.      Peningkatan tekanan darah (sistole 100 mmhg atau lebih)
c.       Perbaikan status mental (berkurang nya kebingungan dan kegelisahan )
d.      Meningkatkan jumlah urine (30 ml/jam atau lebih)
 2. Jika kondisi ibu tersebut membaik :
a.       Sesuaikan kecepatan infus menjadi 1 liter dalam 6 jam
b.      Teruskan penatalaksanaan untuk penyebab syok.
3.Jika kondisi ibu tersebut tidak membaik , perdarahan tidak berhebti berarti dia membutuhkan
penanganan selanjutnya. Ibu harus dirujuk dengan kondisi terpasang infus.
Penatalaksanaan lebih lanjut
1.  Teruskan cairan infus intravena, sesuaiakan kecepatan infus menjadi  1:1 dalam waktu 6 jam dan pertahankan  oksigen 6-8 l per menit.
2.  Pantau dengan ketat kondisi ibu.
3.  Jika kondisi ibu tidak menunjukkan perubahan langsung rujuk dengan infus terpasang.
Perdarahan pervaginam pada kehamilan muda (< 22 minggu )
Penanganan umum
Beberapa cara penanganan umum untuk perdarahan pervaginam pada kehamilan muda adalah sebagai berikut :
1.  Lakukan penilaian secara cepat mengenai keadaan umum pasien , termasuk tanda-tanda vital.
2.  Periksa  tanda-tanda syok (pucat, berkeringat banyak,pingsan,tekanan sistole kurang dari 90 mmhg, nadi lebih dari 112 kali permenit).
3.  Jika dicurigai terjadi syok ,segera mulai penanganan syok . Jika tidak terlihat tanda-tanda syok,tetap perkiraan kemungkinan tersebut saat penolong melakukan evaluasi mengenai kondisi wanita karena kondisinya dapat memburuk dengan cepat.
4.  Jika pasien dalam keadaan syok, pikirkan kemungkinan kehamilan ektopik terganggu.
5.  Pasang infus dan berikan larutan garam fisiologik atau RL.
Diagnosis
1.  Perkiraan kemungkinan kehamilan ektopik pada wanita dengan anemia, penyakit radang panggul (PID),gejala abortus,atau keluhan nyeri yang tidak biasa.
2.  Perkiraan kemungkinan abortus pada wanita usia reproduksi yang mengalami terlambat menstruasi(terlambat menstruasi dengan jangka waktu lebih dari satu bulan sejak waktu menstruasi terakhirnya) dan mempunyai tanda-tanda perdarahan ,kaku perut ,pengeluaran sebagian hasil konsepsi ,serviks yang berdilatasi atau uterus yang kecil dari seharusnya.
Kehamilan lanjut
Masalah yang mungkin muncul pada kehamilan lanjut adalah sebagai berikut :
1.  Perdarahan pada kehamilan setelah 22 minggu sampai sebelum bayi dilahirkan.
2.  Perdarahan intrapartum sebelum kelahiran
Penanganan secara umum yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :
1.  Mintalah bantuan. Siapkan fasilitas tindakan gawat darurat.
2.  Lakukan pemeriksaan secara cepat keadaan umum ibu,termasuk tanda vital (nadi tekanan darah,respirasi,dan temperatur).
3.  Jika dicurigai adanya syok,segera lakukan tindakan. Meskipun tanda-tanda syok belum terlihat, ingatlah bahwa saat anda melakukan evaluasi lebih lanjut kondis ibu dapat memburuk dengan cepat. 
4.  Pasang infus dan berikan cairan intravena. Lakukan restorasi cairan dan darah sesuai dengan keperluan. Jika perdarahan tidak berhenti segera rujuk pasien ke rumah sakit dengan kondisi infus terpasang.
Sumber
Prawirohardjo,sarwono.2009. Ilmu kebidanan.Bina pustaka : Jakarta.
Manuaba.2007.Pengantar kuliah obstetri.EGC: jakarta
Linda wylie, 2010. Manajemen kebidanan gangguan medis kehamilan. Penerbit buku kedokteran: Jakarta.
David t.y.liu, 2007. Manajemen persalinan edisi 3. Jakarta
Fadlun, 2011. Asuhan kebidanan patologis. Salemba medika: jakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar